Minggu, 18 November 2012

contoh role play PHBS di sekolah


ROLE PLAY
Description: KEMENTERIANPHBS PADA TATANAN SEKOLAH








Disusun Oleh :
Kelompok I

1.      Dwigita Isa C.                                  (P27820111010)
2.      Erik Rinanda F.                               (P27820111011)
3.      Kurnia Ayu H.                                 (P27820111018)
4.      Laily Mitha A.                                 (P27820111020)
5.      Novi Antasari                                  (P27820111024)
6.      Rika Vanigrahanti                           (P27820111030)
7.      Rilo Abadi                                      (P27820111031)
8.      Shinta M.                                        (P27820111034)
9.      Utari Ningsih                                  (P27820111037)


Tingkat II Reguler
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO SURABAYA
2012
Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )
Cara Mencuci Tangan Di Sekolah Dasar ( SD )
I. Latar Belakang
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraandan kesehatan.
Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,1997).
Pengetahuan kebersihan diri sangat dibutuhkan oleh setiap individu dalam mempertahankan kebiasaan hidup yang sesuai dengan kesehatan dan akan menciptakan kesejahteraan serta kesehatan yang optimal, dengan melakukan keperawatan kesehatan diri. Karena dari pengalaman dan penelitian terhadap praktek yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada praktek yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 1997).
Usia anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa nantinya. Saat ini masih terdapat perbedaan dalam penentuan usia anak. Menurut UU no 20 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan WHO yang dikatakan masuk usia anak adalah sebelum usia 18 tahun dan yang belum menikah. American Academic of Pediatric tahun 1998 memberikan rekomendasi yang lain tentang batasan usia anak yaitu mulai dari fetus (janin) hingga usia 21 tahun. Batas usia anak tersebut ditentukan berdasarkan pertumbuhan fisik dan psikososial, perkembangan anak, dan karakteristik kesehatannya. Usia anak sekolah dibagi dalam usia prasekolah, usia sekolah, remaja, awal usia dewasa hingga mencapai tahap proses perkembangan sudah lengkap.
Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah menengah Atas adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah. Sayangnya permasalahan tersebut kurang begitu diperhatikan baik oleh orang tua atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Pada umumnya mereka masih banyak memprioritaskan kesehatan anak balita.
Orang tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktifitas kehidupannya setiap hari. Peranan mereka sangat dominan dan sangat menentukan kualitas hidup anak di kemudian hari. Sehingga sangatlah penting bagi mereka untuk mengetahui dan memahami permasalahan dan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah yang cukup luas dan kompleks. Deteksi dini gangguan kesehatan anak usia sekolah dapat mencegah atau mengurangi komplikasi dan permasalahan yang diakibatkan menjadi lebih berat lagi. Peningkatan perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah tersebut, diharapkan dapat tercipta anak usia sekolahIndonesia yang cerdas, sehat dan berprestasi.
Secara epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi. Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut, serta reaksi simpang terhadap makanan akibat buruknya sanitasi dan keamanan pangan.Selain itu risiko gangguan kesehatan pada anak akibat pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana. Selain lingkungan, masalah yang harus diperhatikan adalah membentuk perilaku sehat pada anak sekolah.
Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia TK dan SD biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri. Penyakit yang cukup mengganggu dan berpotensi mengakibatkan keadaan bahaya hingga mengancam jiwa adalah penyakit menular pada anak sekolah. Sekolah merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi pada anak sekolah. Infeksi menular yang dapat menular di lingkungan sekolah adalah: Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela (campak jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus).Infeksi Kaki, Tangan dan Mulut disebabkan oleh virus entero, virus coxsackie A16, ataupun virus entero 71. Masa inkubasi sekitar 3-6 hari. Penularannya sangat cepat diantara usia anak.melalui sentuhan dengan air hidung atau mulut, kencing, ataupun pengeluaran. virus masuk melalui rongga mulut dan saluran cerna.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) diyakini dapat mencegah 1 juta kematian tersebut. Praktek CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare, dan sekitar seperempat kasus ISPA. Praktek CTPS juga dapat mencegahinfeksi kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orangan dengan HIV/AIDS
Diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang. Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar daripada mereka yang tinggal di daerah kaya. Salah satu sumber penularannya adalah tangan yang tidak bersih.
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan hanya yang terkait dengam diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kolera dan disentri, sampai dengan 48–59%.
Dari latar belakang masalah diatas maka kami mahasiswa DIII keperawatan merasa tertarik untuk melakukan penyuluhan mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar yang dilakukan kepada siswa sekolah dasar.
II. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah dilakukan penyuluhan ini, audiens atau siswa-siswa Sekolah Dasar dapat mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) di sekolah memahami tentang cara – cara mencuci tangan yang benar.
III. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah mengikuti penyuluhan ini audiens dapat :
1.      Memahami pengertian kebersihan
2.      Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan
3.      Memahami dampak dari menurunnya kebersihan
4.      Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan
5.      Memahami cara mencuci tangan yang baik
6.      Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar
IV. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik                                   : Penyuluhan Cara Cuci Tangan Yang Benar
2. Sasaran                                : Siswa-siswi Sekolah Dasar
3. Metode                                : Penyampaian materi, diskusi dan demonstrasi
4. Media dan Alat                   : Leaflet, laptop, microphone, LCD
5. Pelaksanaan Kegiatan
Tanggal                               : 12 November 2012
Waktu                                 : 08.00 – 09.00 WIB
Tempat                                : Ruang kelas Sekolah Dasar (SD)
6. Pengorganisasian :
Penyaji                                : Novi Antasari dan Rilo abadi
Fasilitator dan Observer     : Rika Vanigrahanti
Moderator                           : Erik Rinanda F.
7. Setting Tempat
1. Kegiatan Penyuluhan
No
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan audiens
Waktu
1.
Tahap pembukaan
1.1 Moderator membuka acara dan memberi salam

1.2 Perkenalan

1.3 Menjelaskan tujuan penyuluhan

1.4 Memberikan kesempatan bertanya

Menjawab salam, mendegarkan, bertanya

                      Mendengar dan memperhatikan

Mendengar dan memperhatikan

Bertanya, mendengar dan memperhatikan
10 menit
2
Tahap pelaksanaan
2.1 Menggalali pengetahuan audiens tentang pengertian kebersihan


2.2 Memberikan reinforsemen positif

2.3 Menjelaskan definisi kebersihan

2.4 Menjelaskan faktor – faktor penyebab menurunya kebersihan

2.5 Menjelaskan dampak dari menurunnya kebersihan

2.6 Menjelaskan cara mengatasi menurunnya kebersihan

2.7 Menjelaskan cara mencuci tangan yang baik

2.8 Mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar

2.9 Memberikan kesempatan audiens untuk mempraktekan cara mencuci tangan yang benar

2.10 Memberikan reinforsemen positif

2.11 Memberikan kesempatan bertanya

Menjawab pertanyaan, mendengar memberikan persepsi tentang kebersihan, bertanya
                      Mendengar, memperhatikan

Mendengar, memperhatikan

Mendengar, memperhatikan


Mendengar, memperhatikan

Mendengar, memperhatikan

                      Mendengar, memperhatikan

               Memperhatikan

         
Mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar


                      
Mendengar, memperhatikan

Menjawab pertanyaan, mendengar memberikan persepsi tentang kebersihan, bertanya
35 menit
3
Tahap penutup
3.1  Penyaji menyimpulkan materi Tentang pencegahan toxoplasmosis

3.2  Moderator menutup acara dan mengucapkan salam

Mendengar, dan menyimpulkan materi dengan audiens


Mendengar, menjawab salam
15 menit

II. Uraian Tugas
1. Tugas Moderator
a. Membuka acara
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalan nya acara penyuluhan
c. Menutupkan acara

2. Tugas Penyaji
a. Menggali pengetahuan audiens
b. Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
d. Bertanya pada audiens
e. Menyimpulkan materi
3. Tugas Observer
Mengevaluasi jalannya penyuluhan
4. Tugas Fasilitator
a. Memfasilitasi jalanya penyuluhan
b. Memberi motivasi kepada audiens yang bertanya
III. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
b. Peran dan tugas masyarakat sesuai perencanaan
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan
b. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
c. Audiens berperan aktif selama penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
a)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menjelaskan definisi kebersihan
b)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat memahami tentang perilaku hidup bersih dan sehat
c)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan faktor – faktor penyebab menurunya kebersihan
d)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan 3 dampak dari menurunnya kebersihan
e)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan cara mengatasi menurunnya kebersihan
f)       Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan memahami cara mencuci tangan yang baik
g)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar














Materi
I. Pengertian
Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekola agar tahu , mau , dan mampu mempraktikkan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
II. Faktor Penyebab Menurunnya Kebersihan
1. Pencemaran lingkungan
Paparan asap yang pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana..
2. Menurunnya kebersihan perorangan seperti gosok gigi yang tidak baik dan benar, kebiasaan   cuci tangan yang tidak pakai sabun dan tidak menggunakan air bersih mengalir, tidak membuang sampah pada tempatnya.
3. Perilaku berisiko seperti merokok, perkelahian antar pelajar.
III. Dampak Menurunya Kebersihan
Menurunnya kebersihan lingkungan atau perorangan pada anak dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular . Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut,dan lain –lain.
IV. Cara Mengatasi Menurunnya Kebersihan
·         Buang sampah pada tempat nya
·         Mencuci dengan sabun dan air mengalir
·         Menjaga lingkungan di sekitar kita
·         Menjaga kebersihan badan
·         Tidak merokok dan menggunakan NAPZA
·         Tidak meludah sembarangan
·         Buang air kecil dan buang air besar pada jamban sehat
·         Tidak jajan sembarangan
V. Cara mencuci tangan
CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun ) yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen, atau gayung. Tangan yang basah disabun, digosok-gosok bagian telapak maupun punggungnya, terutama di bawah kuku minimal 20 detik.Setelah itu bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara
Picture2







1.      Picture2Telapak dengan telapak
Gosoklah kedua telapak tangan secara bergantian, sehingga kedua telapak Tangan kena sabun   Telapak kanan diatas punggung tangan kiri dan telapak kiri diatas punggung tangan kanan


2.      Picture2Gosok kedua punggung tangan secara bergantian dan ,gosok diantara jari jemari tangan secara bergantian sehingga kena sabun



3.      Picture2Telapak dengan telapak dan jari saling terkait
Gosok kedua telapak tangan dan diantara jari jemari secara bergantian sehingga kena sabun


4.      Picture2Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci.
Gosok punggung jari yang saling mengunci  pada telapak satunya,secara bergantian.



5.      Picture2Jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri & sebaliknya
Gosok jempol,dan jari jari tangan lainnya, secara memutar  bergantian di kedua tangan



6.      Picture2Jari kiri menguncup,gosok memutar kekanan & ke kiri pada telapak kanan & sebaliknya
Gosok gosoklah ujung ujung kuku pada telapak tangan, sehingga busa sabun masuk kedalam sela sela kuku,secara bergantian dikedua tangan.


7.      Picture2Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan & sebaliknya , gerakan memutar gosok pergelangan tangan secara memutar dari pergelangan tangan sampai siku secara bergantian
a.       Setelah selesai siramlah kedua tangan dengan air yang mengalir, dengan kran air atau dengan air mengalir menggunakan gayung.
b.      Setelah selesai keringkan kedua tangan dengan kain kering dan bersih.




ROLE PLAY
Nama Pemeran                      :
Mahasiswa 1                           : Erik Rinanda F.
Mahasiswa 2                           : Rilo Abadi
Mahasiswa 3                           : Novi Antasari
Mahasiswa 4                           : Rika Vanigrahanti
Ibu Kepala Sekolah                 : Kurnia Ayu Hardianti
Siswa 1                                    : Laily Mitha A.
Siswa 2                                    : Utari Ningsih
Siswa 3                                    : Dwigita Isa Cahyani
Siswa 4                                    : Shinta Megawati

Pada pagi hari,  seorang mahasiswa yang bernama  Rilo datang ke SDN Biutipul untuk meminta ijin kepada Ibu Kepala Sekolah karena Rilo dan teman-temannya mendapatkan tugas Promosi Kesehatan di tatanan Sekolah sehingga mereka akan mengadakan penyuluhan kesehatan di sekolah tersebut.
Erik                             : Assalammualaikum, ibu. Selamat pagi!
Ibu Nia                        : Waalaikumsalam. Ada keperluan apa ya adik datang ke sekolahan ini?
Erik                             : Maaf ibu sebelumnya saya memperkenalkan diri saya dahulu. Saya Erik
mahasiswa dari Poltekkes Surabaya. Saya datang ke sini mempunyai
 keperluan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan. Dan sekarang saya 
 ingin meminta ijin apakah saya dan teman-teman saya dari Poltekkes
 Surabaya boleh  mengadakan penyuluhan kesehatan untuk para siswa-
 siswi di sekolah ini?
Ibu Nia                       : Sepertinya adik ini mempunyai tujuan yang baik dan kegiatan yang
dibuat adik dan  teman-teman ini sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi
di sini.   Setelah saya pertimbangkan, saya akan menerima dan
mendukung mahasiswa-mahasiswi Poltekkes Surabaya untuk melakukan
penyuluhan kesehatan. Apakah ada proposal kegiatan dari kampus?
Erik                             : Terima kasih ibu sudah mau menerima dan mendukung kegiatan kami.
Oh iya bu ini sudah saya buatkan, tinggal permintaan ijin dari Ibu Kepala
Sekolah.
Ibu Nia                       : Bolehkah saya minta proposalnya?
Erik                             : Oh boleh bu. Ini proposal kegiatannya. Kami akan melakukan
penyuluhan tentang kesehatan Perilaku Hidup Sbersih dan Sehat pada tangal 12 November  2012 pukul 08.00-09.00 WIB.
Ibu Nia                       : Iya baik, itu ide yang sangat bagus dan proposal ini saya tanda tangani.
Nanti saya akan memberitahukan kepada para siswa-siswi untuk
persiapan besok dan dari pihak sekolah, insya Allah kami akan
mempersiapkan apa yang kalian butuhkan.
Erik                             : Iya, bu. Terima kasih. Saya mohon atas kerjasamanya.
Ibu Nia                       : Iya sama-sama. Semoga kegiatan yang kalian buat dapat terlaksana
  dengan baik, amin.
Erik                             : Amin bu. Terima kasih. Saya permisi pamit pulang dulu bu.
  Terima kasih atas kerjasamanya. Assalammualaikum.
Ibu Nia                        : Iya sama-sama. Waalaikumsalam.

Keesokan harinya, Ibu Kepala Sekolah datang ke ruang kelas untuk memberitahukan tentang kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan mahasiswa Poltekkes Surabaya.
Ibu Nia                        : Assalammualaikum, anak-anak. Selamat pagi! Bagaimana kabar kalian
  hari ini?
Semua Siswa               : Waalaikumsalam, ibu. Selamat pagi! Alhamdulillah baik bu.
Ibu Nia                        : Ibu punya kabar baik untuk kalian. Kalian pasti senang mendengarnya.
Mitha                           : Kabar apa bu?
Utari                           : (berbicara dengan Gita dan Shinta) Kabar apa ya? Apa ada yang ulang
  tahun?
Gita                             : Waah asyik ada yang ulang tahun! (muka senang). Pasti ulang tahunnya
  di kelas kita.
Shinta                          : Lho, tapi siapa yang ulang tahun? Hayo, ibu Kepala Sekolah ya yang ulang tahun ?
Mitha                           : Bu Nia  kan  belum selesai ceritanya. Diem dulu dong
   Gita                            : Bener juga kata si Mitha. Bu, ada kabar apa ya?
Ibu Nia                          : Sudah-sudah, jawaban kalian salah semua bukan kabar tentang ibu
berulang tahun tetapi ibu akan memberitahukan bahwa besok akan ada
kakak-kakak dari Poltekkes Surabaya mau mengadakan penyuluhan di
Sekolah ini. Kalian senang tidak?
Semua Siswa               : Horeeeee… (serentak bergembira)
Gita                             : kakak-kakaknya cantik-cantik gak bu ?
Ibu Nia                        : iya ganteng dan cantik-cantik kok seperti ibu.
Utari                            : tp pasti kita yang  lebih cantik, secara kita kan SDN Biutipul....Biutipul.
Mitha                           : Saya juga bu senang pasti kakak-kakaknya cantik-cantik dan ganteng-
  ganteng. (tersipu malu)
Shinta                          : Saya juga senang bu, pasti nanti dikasih permen sama kakak-kakaknya.
Gita, mitha,utari          : Huuuuh… Maunya dikasih permen mulu.
Shinta                          : Biarin. Permen kan manis kayak aku.
Ibu Nia                        : Sudah-sudah. Tolong ya besok dijaga perilaku kalian yang sopan
  terhadap kakak-kakaknya. Tidak boleh nakal dan ibu tidak mau kalau
  ada laporan tentang kalian.
Semua Siswa               : Siap bu....

Keesokan harinya, Erik dan teman-temannya menyiapkan semua bahan dan peralatan yang akan digunakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SDN Biutipul. Dan akhirnya mereka melakukan penyuluhan di SDN Biutipul. Kemudian mereka masuk ke ruang kelas, semua mahasiswa mempersiapkan alat dan bahannya sedangkan semua siswa duduk di tempatnya masing-masing dengan tertib.
Rika                             : Selamat pagi, adik-adik!
Semua Siswa               : Selamat pagi, kakak!
Rika                             : Bagaimana kabar kalian hari ini?
Semua Siswa               : Baik, kak.
Rika                             : Saya akan memperkenalkan diri saya dan teman-teman saya di sini. Saya
  sendiri kak Rika. Di samping saya kak Rilo. Di samping lagi kak Novi dan  yang terakhir kak Erik.
Semua Siswa               : Hai kak Erik, Hai kak Rilo, Hai Kak Novi, Hai kak Rika.
Semua Mahasiswa       : Hai juga adik-adik. (tersenyum)
Gita                             : iih mana yang ganteng, katanya bu kepsek ada yang ganteng.
Rillo                            : lho..lho saya kan ganteng kayak Lee Min Hoo. Alisnya saja sama.
Para siswa                   : HUUUUUUH
Novi                            : Sudah adik-adik tenang. Kakak akan memulai penyuluhan tentang perilaku hidup  bersih dan sehat serta cara mencuci tangan dengan baik dan benar supaya adik-adik tau tentang hal tersebut dan menambah pengetahuan adik-adik.
Mitha                           : Hmm..begitu kak. Langsung aja kak dimulai gak sabar ingin tau.
Mitha, Utari, Shinta    : Ayo kak, langsung dimulai aja.
Novi                            : Oke oke, sabar dulu ya adik-adik kak Rika mau menyiapkan dulu alat-
  alatnya.
Shinta                          : Cepat dong kak, sudah gak sabar.
Utari                            : Iya kak Rika cepatan dong.
Rika                             : Tenang-tenang! Nah ini sudah nyala laptop dan bahan presentasinya.
  (sambil menyalakan laptop dan menampilkan PPT).
Mitha                           : wah laptopnya bagus ya.. kayak di tipi-tipi
Erik                             : Oke, Terima kasih kak Rika. Sekarang dari pada buang-buang waktu
  kakak mulai saja kegiatannya. Di sini kak Rilo dan kak Novi akan
  menjelaskan tentang PHBS. Silakan kak Rilo terlebih dahulu    menjelaskan.
Rilo                             : Baik, kak Erik. Adik-adik tau tidak apa itu PHBS?
Mitha                           : apa ya? Aku tau om.
Shinta                          : kok om sih?
Mitha                           : upss, habis wajahnya kayak om ku sih.
Semua siswa                : hahahahahahaha
Rilo                               : ssst, sudah sudah. Kalau  tidak ada yang tahu saya akan menjelaskan PHBS (menjelaskan ppt)
Rillo menjelaskan PPT tentang PHBS..........
Novi                              : apa ada yang ditanyakan adik-adik?
Semua siswa                 : tidak kakak
Novi                              : baik kalau begitu, sekarang kita peragakan cara cuci tangan yang benar ya
Semua siswa                 : iya kak
Rika                              : kita mulai pakai nyanyian aja ya. Siap?
Mitha                            : siap kak
Rika                              : mau sehat dan selamat cuci tangan. Gosok-gosok punggung tangan bergantian. Mengait mengunci lalu putar ibu jari. Terakhir gosok-gosok ujung jari
Erik                               : ayo bisa ga adik-adik?
Utari                              : ulangi kak, masih bingung
Novi                              : iya kita ulangi sambil adik-adik ikut menirukan ya
Semua siswa ikut menirukan langkah-langkah cuci tangan
Rillo                              : gimana? Mudah kan? Ayo siapa yang mau maju untuk memperagakan seperti kakak-kakak tadi
Shinta                            :dikasih permen ga kalau berani maju?
Rika                             : iya nanti ada hadiah buat yang berani maju
Shinta                          : aku aku kak
Memperagakan cuci tangan di depan kelas
Rilo                             : pinter. Ini hadiah buat kamu adik manis
Sinta                            : makasi kak rilo yang kayak Lee Min Hoo
Erik                             : sama-sama. Sekarang ada pertanyaan ga?
Utari                            : saya kak saya. Kalo pake handsanitizer boleh ga kak?
Erik                             : Iya, boleh. Tetapi mencuci tangan lebih baik adik. Kan memakai air mengalir
Rika                             : Sekarang kita sudah tau cara cuci tangan yang baik dan benar. Adik-adik
  tau gak kapan kita harus mencuci tangan?
Gita                             : Sebelum makan, sesudah makan kak. Bener ga?
Erik                             : 100 untuk kalian semua. Benar semua jawabannya. Ada lagi yang tau?
Utari                            : Gak tau kak, kayaknya cuma itu aja.
Novi                            : Masih ada lagi, hayo coba tebak!
Shinta                         : Hmm, habis main kakak.
Novi                            : Iya ada lagi?
Mitha                           : Gak tau kak, nyerah aja deh.
Erik                             : Kalian habis Buang Air Kecil dan Buang Air Besar cuci tangan tidak?
Semua Siswa               : Hehehe iya kakak. (serentak)
Erik                             : bagus. Kalau begitu, adik-adik sudah mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
Rilo                               : Sekarang adik-adik sudah tau cara mencuci tangan yang baik dan benar. Uda 1 jam kita disini dan mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat. Sekarang kakak-kakak pamit pulang ya. Terima kasih perhatiannya
Semua siswa                 : sama-sama kak. Kami juga terima kasi sudah diajari cuci tangan yang benar
Semua mahasiswa       : selamat siang adik-adik. Assalamualaikum
Semua siswa                : selamat siang. Waalaikumsalam
Tiba-tiba Ibu Nia datang menghampiri Mahasiswa di kelas anak didiknya....
Ibu nia                         : bagaimana mas dan mbak? Apaka sudah selesai?
Erik                             : sudah bu.
Ibu nia                         : apakah anak-anak di sini ada yang ribut mbak?
Rika                             : oh tidak ada bu. Semua dapat diajak kerja sama, dan murid-muridnya juga pintar-pintar.
Novi                            : kami akan pamit pulang bu, terima kasih atas waktunya dan kerja samanya.
Ibu Nia                        : sama-sama mbak. Saya juga terima kasih.
Mahasiswa                  : Assalamualaikum
Ibu Nia                        : Walaikumssalam
















DAFTAR PUSTAKA
  • Notoatmodjo,S. (2007).Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta : Rineka Cipta
  • http://anugerah.hendra.or.id/pasca-nikah/3-anak-anak/permasalahan-umum-kesehatan-anak-usia-sekolah/
  • http://icoel.wordpress.com/kumpulan-skripsi/skripsi-2/
  • http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/perilaku-7-langkah-cuci-tangan-dengan.htmlROLE PLAY
    Description: KEMENTERIANPHBS PADA TATANAN SEKOLAH








    Disusun Oleh :
    Kelompok I

    1.      Dwigita Isa C.                                  (P27820111010)
    2.      Erik Rinanda F.                               (P27820111011)
    3.      Kurnia Ayu H.                                 (P27820111018)
    4.      Laily Mitha A.                                 (P27820111020)
    5.      Novi Antasari                                  (P27820111024)
    6.      Rika Vanigrahanti                           (P27820111030)
    7.      Rilo Abadi                                      (P27820111031)
    8.      Shinta M.                                        (P27820111034)
    9.      Utari Ningsih                                  (P27820111037)


    Tingkat II Reguler
    KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
    POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
    PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO SURABAYA
    2012
    Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )
    Cara Mencuci Tangan Di Sekolah Dasar ( SD )
    I. Latar Belakang
    Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).
    Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraandan kesehatan.
    Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,1997).
    Pengetahuan kebersihan diri sangat dibutuhkan oleh setiap individu dalam mempertahankan kebiasaan hidup yang sesuai dengan kesehatan dan akan menciptakan kesejahteraan serta kesehatan yang optimal, dengan melakukan keperawatan kesehatan diri. Karena dari pengalaman dan penelitian terhadap praktek yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada praktek yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 1997).
    Usia anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa nantinya. Saat ini masih terdapat perbedaan dalam penentuan usia anak. Menurut UU no 20 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan WHO yang dikatakan masuk usia anak adalah sebelum usia 18 tahun dan yang belum menikah. American Academic of Pediatric tahun 1998 memberikan rekomendasi yang lain tentang batasan usia anak yaitu mulai dari fetus (janin) hingga usia 21 tahun. Batas usia anak tersebut ditentukan berdasarkan pertumbuhan fisik dan psikososial, perkembangan anak, dan karakteristik kesehatannya. Usia anak sekolah dibagi dalam usia prasekolah, usia sekolah, remaja, awal usia dewasa hingga mencapai tahap proses perkembangan sudah lengkap.
    Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah menengah Atas adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah. Sayangnya permasalahan tersebut kurang begitu diperhatikan baik oleh orang tua atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Pada umumnya mereka masih banyak memprioritaskan kesehatan anak balita.
    Orang tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktifitas kehidupannya setiap hari. Peranan mereka sangat dominan dan sangat menentukan kualitas hidup anak di kemudian hari. Sehingga sangatlah penting bagi mereka untuk mengetahui dan memahami permasalahan dan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah yang cukup luas dan kompleks. Deteksi dini gangguan kesehatan anak usia sekolah dapat mencegah atau mengurangi komplikasi dan permasalahan yang diakibatkan menjadi lebih berat lagi. Peningkatan perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah tersebut, diharapkan dapat tercipta anak usia sekolahIndonesia yang cerdas, sehat dan berprestasi.
    Secara epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi. Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut, serta reaksi simpang terhadap makanan akibat buruknya sanitasi dan keamanan pangan.Selain itu risiko gangguan kesehatan pada anak akibat pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana. Selain lingkungan, masalah yang harus diperhatikan adalah membentuk perilaku sehat pada anak sekolah.
    Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia TK dan SD biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri. Penyakit yang cukup mengganggu dan berpotensi mengakibatkan keadaan bahaya hingga mengancam jiwa adalah penyakit menular pada anak sekolah. Sekolah merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi pada anak sekolah. Infeksi menular yang dapat menular di lingkungan sekolah adalah: Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela (campak jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus).Infeksi Kaki, Tangan dan Mulut disebabkan oleh virus entero, virus coxsackie A16, ataupun virus entero 71. Masa inkubasi sekitar 3-6 hari. Penularannya sangat cepat diantara usia anak.melalui sentuhan dengan air hidung atau mulut, kencing, ataupun pengeluaran. virus masuk melalui rongga mulut dan saluran cerna.
    Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) diyakini dapat mencegah 1 juta kematian tersebut. Praktek CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare, dan sekitar seperempat kasus ISPA. Praktek CTPS juga dapat mencegahinfeksi kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orangan dengan HIV/AIDS
    Diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang. Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar daripada mereka yang tinggal di daerah kaya. Salah satu sumber penularannya adalah tangan yang tidak bersih.
    Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan hanya yang terkait dengam diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kolera dan disentri, sampai dengan 48–59%.
    Dari latar belakang masalah diatas maka kami mahasiswa DIII keperawatan merasa tertarik untuk melakukan penyuluhan mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar yang dilakukan kepada siswa sekolah dasar.
    II. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
    Setelah dilakukan penyuluhan ini, audiens atau siswa-siswa Sekolah Dasar dapat mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) di sekolah memahami tentang cara – cara mencuci tangan yang benar.
    III. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
    Setelah mengikuti penyuluhan ini audiens dapat :
    1.      Memahami pengertian kebersihan
    2.      Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan
    3.      Memahami dampak dari menurunnya kebersihan
    4.      Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan
    5.      Memahami cara mencuci tangan yang baik
    6.      Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar
    IV. Pelaksanaan Kegiatan
    1. Topik                                   : Penyuluhan Cara Cuci Tangan Yang Benar
    2. Sasaran                                : Siswa-siswi Sekolah Dasar
    3. Metode                                : Penyampaian materi, diskusi dan demonstrasi
    4. Media dan Alat                   : Leaflet, laptop, microphone, LCD
    5. Pelaksanaan Kegiatan
    Tanggal                               : 12 November 2012
    Waktu                                 : 08.00 – 09.00 WIB
    Tempat                                : Ruang kelas Sekolah Dasar (SD)
    6. Pengorganisasian :
    Penyaji                                : Novi Antasari dan Rilo abadi
    Fasilitator dan Observer     : Rika Vanigrahanti
    Moderator                           : Erik Rinanda F.
    7. Setting Tempat
    1. Kegiatan Penyuluhan
    No
    Kegiatan penyuluhan
    Kegiatan audiens
    Waktu
    1.
    Tahap pembukaan
    1.1 Moderator membuka acara dan memberi salam

    1.2 Perkenalan

    1.3 Menjelaskan tujuan penyuluhan

    1.4 Memberikan kesempatan bertanya

    Menjawab salam, mendegarkan, bertanya

                          Mendengar dan memperhatikan

    Mendengar dan memperhatikan

    Bertanya, mendengar dan memperhatikan
    10 menit
    2
    Tahap pelaksanaan
    2.1 Menggalali pengetahuan audiens tentang pengertian kebersihan


    2.2 Memberikan reinforsemen positif

    2.3 Menjelaskan definisi kebersihan

    2.4 Menjelaskan faktor – faktor penyebab menurunya kebersihan

    2.5 Menjelaskan dampak dari menurunnya kebersihan

    2.6 Menjelaskan cara mengatasi menurunnya kebersihan

    2.7 Menjelaskan cara mencuci tangan yang baik

    2.8 Mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar

    2.9 Memberikan kesempatan audiens untuk mempraktekan cara mencuci tangan yang benar

    2.10 Memberikan reinforsemen positif

    2.11 Memberikan kesempatan bertanya

    Menjawab pertanyaan, mendengar memberikan persepsi tentang kebersihan, bertanya
                          Mendengar, memperhatikan

    Mendengar, memperhatikan

    Mendengar, memperhatikan


    Mendengar, memperhatikan

    Mendengar, memperhatikan

                          Mendengar, memperhatikan

                   Memperhatikan

             
    Mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar


                          
    Mendengar, memperhatikan

    Menjawab pertanyaan, mendengar memberikan persepsi tentang kebersihan, bertanya
    35 menit
    3
    Tahap penutup
    3.1  Penyaji menyimpulkan materi Tentang pencegahan toxoplasmosis

    3.2  Moderator menutup acara dan mengucapkan salam

    Mendengar, dan menyimpulkan materi dengan audiens


    Mendengar, menjawab salam
    15 menit

    II. Uraian Tugas
    1. Tugas Moderator
    a. Membuka acara
    b. Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalan nya acara penyuluhan
    c. Menutupkan acara

    2. Tugas Penyaji
    a. Menggali pengetahuan audiens
    b. Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
    d. Bertanya pada audiens
    e. Menyimpulkan materi
    3. Tugas Observer
    Mengevaluasi jalannya penyuluhan
    4. Tugas Fasilitator
    a. Memfasilitasi jalanya penyuluhan
    b. Memberi motivasi kepada audiens yang bertanya
    III. Kriteria Evaluasi
    1. Evaluasi Struktur
    a. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
    b. Peran dan tugas masyarakat sesuai perencanaan
    2. Evaluasi Proses
    a. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan
    b. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
    c. Audiens berperan aktif selama penyuluhan
    3. Evaluasi Hasil
    a)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menjelaskan definisi kebersihan
    b)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat memahami tentang perilaku hidup bersih dan sehat
    c)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan faktor – faktor penyebab menurunya kebersihan
    d)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan 3 dampak dari menurunnya kebersihan
    e)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan cara mengatasi menurunnya kebersihan
    f)       Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan memahami cara mencuci tangan yang baik
    g)      Minimal 60% audiens dapat mengikuti penyuluhan dan mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan yang benar














    Materi
    I. Pengertian
    Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekola agar tahu , mau , dan mampu mempraktikkan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
    II. Faktor Penyebab Menurunnya Kebersihan
    1. Pencemaran lingkungan
    Paparan asap yang pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana..
    2. Menurunnya kebersihan perorangan seperti gosok gigi yang tidak baik dan benar, kebiasaan   cuci tangan yang tidak pakai sabun dan tidak menggunakan air bersih mengalir, tidak membuang sampah pada tempatnya.
    3. Perilaku berisiko seperti merokok, perkelahian antar pelajar.
    III. Dampak Menurunya Kebersihan
    Menurunnya kebersihan lingkungan atau perorangan pada anak dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular . Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut,dan lain –lain.
    IV. Cara Mengatasi Menurunnya Kebersihan
    ·         Buang sampah pada tempat nya
    ·         Mencuci dengan sabun dan air mengalir
    ·         Menjaga lingkungan di sekitar kita
    ·         Menjaga kebersihan badan
    ·         Tidak merokok dan menggunakan NAPZA
    ·         Tidak meludah sembarangan
    ·         Buang air kecil dan buang air besar pada jamban sehat
    ·         Tidak jajan sembarangan
    V. Cara mencuci tangan
    CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun ) yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen, atau gayung. Tangan yang basah disabun, digosok-gosok bagian telapak maupun punggungnya, terutama di bawah kuku minimal 20 detik.Setelah itu bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara
    Picture2







    1.      Picture2Telapak dengan telapak
    Gosoklah kedua telapak tangan secara bergantian, sehingga kedua telapak Tangan kena sabun   Telapak kanan diatas punggung tangan kiri dan telapak kiri diatas punggung tangan kanan


    2.      Picture2Gosok kedua punggung tangan secara bergantian dan ,gosok diantara jari jemari tangan secara bergantian sehingga kena sabun



    3.      Picture2Telapak dengan telapak dan jari saling terkait
    Gosok kedua telapak tangan dan diantara jari jemari secara bergantian sehingga kena sabun


    4.      Picture2Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci.
    Gosok punggung jari yang saling mengunci  pada telapak satunya,secara bergantian.



    5.      Picture2Jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri & sebaliknya
    Gosok jempol,dan jari jari tangan lainnya, secara memutar  bergantian di kedua tangan



    6.      Picture2Jari kiri menguncup,gosok memutar kekanan & ke kiri pada telapak kanan & sebaliknya
    Gosok gosoklah ujung ujung kuku pada telapak tangan, sehingga busa sabun masuk kedalam sela sela kuku,secara bergantian dikedua tangan.


    7.      Picture2Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan & sebaliknya , gerakan memutar gosok pergelangan tangan secara memutar dari pergelangan tangan sampai siku secara bergantian
    a.       Setelah selesai siramlah kedua tangan dengan air yang mengalir, dengan kran air atau dengan air mengalir menggunakan gayung.
    b.      Setelah selesai keringkan kedua tangan dengan kain kering dan bersih.




    ROLE PLAY
    Nama Pemeran                      :
    Mahasiswa 1                           : Erik Rinanda F.
    Mahasiswa 2                           : Rilo Abadi
    Mahasiswa 3                           : Novi Antasari
    Mahasiswa 4                           : Rika Vanigrahanti
    Ibu Kepala Sekolah                 : Kurnia Ayu Hardianti
    Siswa 1                                    : Laily Mitha A.
    Siswa 2                                    : Utari Ningsih
    Siswa 3                                    : Dwigita Isa Cahyani
    Siswa 4                                    : Shinta Megawati

    Pada pagi hari,  seorang mahasiswa yang bernama  Rilo datang ke SDN Biutipul untuk meminta ijin kepada Ibu Kepala Sekolah karena Rilo dan teman-temannya mendapatkan tugas Promosi Kesehatan di tatanan Sekolah sehingga mereka akan mengadakan penyuluhan kesehatan di sekolah tersebut.
    Erik                             : Assalammualaikum, ibu. Selamat pagi!
    Ibu Nia                        : Waalaikumsalam. Ada keperluan apa ya adik datang ke sekolahan ini?
    Erik                             : Maaf ibu sebelumnya saya memperkenalkan diri saya dahulu. Saya Erik
    mahasiswa dari Poltekkes Surabaya. Saya datang ke sini mempunyai
     keperluan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan. Dan sekarang saya 
     ingin meminta ijin apakah saya dan teman-teman saya dari Poltekkes
     Surabaya boleh  mengadakan penyuluhan kesehatan untuk para siswa-
     siswi di sekolah ini?
    Ibu Nia                       : Sepertinya adik ini mempunyai tujuan yang baik dan kegiatan yang
    dibuat adik dan  teman-teman ini sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi
    di sini.   Setelah saya pertimbangkan, saya akan menerima dan
    mendukung mahasiswa-mahasiswi Poltekkes Surabaya untuk melakukan
    penyuluhan kesehatan. Apakah ada proposal kegiatan dari kampus?
    Erik                             : Terima kasih ibu sudah mau menerima dan mendukung kegiatan kami.
    Oh iya bu ini sudah saya buatkan, tinggal permintaan ijin dari Ibu Kepala
    Sekolah.
    Ibu Nia                       : Bolehkah saya minta proposalnya?
    Erik                             : Oh boleh bu. Ini proposal kegiatannya. Kami akan melakukan
    penyuluhan tentang kesehatan Perilaku Hidup Sbersih dan Sehat pada tangal 12 November  2012 pukul 08.00-09.00 WIB.
    Ibu Nia                       : Iya baik, itu ide yang sangat bagus dan proposal ini saya tanda tangani.
    Nanti saya akan memberitahukan kepada para siswa-siswi untuk
    persiapan besok dan dari pihak sekolah, insya Allah kami akan
    mempersiapkan apa yang kalian butuhkan.
    Erik                             : Iya, bu. Terima kasih. Saya mohon atas kerjasamanya.
    Ibu Nia                       : Iya sama-sama. Semoga kegiatan yang kalian buat dapat terlaksana
      dengan baik, amin.
    Erik                             : Amin bu. Terima kasih. Saya permisi pamit pulang dulu bu.
      Terima kasih atas kerjasamanya. Assalammualaikum.
    Ibu Nia                        : Iya sama-sama. Waalaikumsalam.

    Keesokan harinya, Ibu Kepala Sekolah datang ke ruang kelas untuk memberitahukan tentang kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan mahasiswa Poltekkes Surabaya.
    Ibu Nia                        : Assalammualaikum, anak-anak. Selamat pagi! Bagaimana kabar kalian
      hari ini?
    Semua Siswa               : Waalaikumsalam, ibu. Selamat pagi! Alhamdulillah baik bu.
    Ibu Nia                        : Ibu punya kabar baik untuk kalian. Kalian pasti senang mendengarnya.
    Mitha                           : Kabar apa bu?
    Utari                           : (berbicara dengan Gita dan Shinta) Kabar apa ya? Apa ada yang ulang
      tahun?
    Gita                             : Waah asyik ada yang ulang tahun! (muka senang). Pasti ulang tahunnya
      di kelas kita.
    Shinta                          : Lho, tapi siapa yang ulang tahun? Hayo, ibu Kepala Sekolah ya yang ulang tahun ?
    Mitha                           : Bu Nia  kan  belum selesai ceritanya. Diem dulu dong
       Gita                            : Bener juga kata si Mitha. Bu, ada kabar apa ya?
    Ibu Nia                          : Sudah-sudah, jawaban kalian salah semua bukan kabar tentang ibu
    berulang tahun tetapi ibu akan memberitahukan bahwa besok akan ada
    kakak-kakak dari Poltekkes Surabaya mau mengadakan penyuluhan di
    Sekolah ini. Kalian senang tidak?
    Semua Siswa               : Horeeeee… (serentak bergembira)
    Gita                             : kakak-kakaknya cantik-cantik gak bu ?
    Ibu Nia                        : iya ganteng dan cantik-cantik kok seperti ibu.
    Utari                            : tp pasti kita yang  lebih cantik, secara kita kan SDN Biutipul....Biutipul.
    Mitha                           : Saya juga bu senang pasti kakak-kakaknya cantik-cantik dan ganteng-
      ganteng. (tersipu malu)
    Shinta                          : Saya juga senang bu, pasti nanti dikasih permen sama kakak-kakaknya.
    Gita, mitha,utari          : Huuuuh… Maunya dikasih permen mulu.
    Shinta                          : Biarin. Permen kan manis kayak aku.
    Ibu Nia                        : Sudah-sudah. Tolong ya besok dijaga perilaku kalian yang sopan
      terhadap kakak-kakaknya. Tidak boleh nakal dan ibu tidak mau kalau
      ada laporan tentang kalian.
    Semua Siswa               : Siap bu....

    Keesokan harinya, Erik dan teman-temannya menyiapkan semua bahan dan peralatan yang akan digunakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SDN Biutipul. Dan akhirnya mereka melakukan penyuluhan di SDN Biutipul. Kemudian mereka masuk ke ruang kelas, semua mahasiswa mempersiapkan alat dan bahannya sedangkan semua siswa duduk di tempatnya masing-masing dengan tertib.
    Rika                             : Selamat pagi, adik-adik!
    Semua Siswa               : Selamat pagi, kakak!
    Rika                             : Bagaimana kabar kalian hari ini?
    Semua Siswa               : Baik, kak.
    Rika                             : Saya akan memperkenalkan diri saya dan teman-teman saya di sini. Saya
      sendiri kak Rika. Di samping saya kak Rilo. Di samping lagi kak Novi dan  yang terakhir kak Erik.
    Semua Siswa               : Hai kak Erik, Hai kak Rilo, Hai Kak Novi, Hai kak Rika.
    Semua Mahasiswa       : Hai juga adik-adik. (tersenyum)
    Gita                             : iih mana yang ganteng, katanya bu kepsek ada yang ganteng.
    Rillo                            : lho..lho saya kan ganteng kayak Lee Min Hoo. Alisnya saja sama.
    Para siswa                   : HUUUUUUH
    Novi                            : Sudah adik-adik tenang. Kakak akan memulai penyuluhan tentang perilaku hidup  bersih dan sehat serta cara mencuci tangan dengan baik dan benar supaya adik-adik tau tentang hal tersebut dan menambah pengetahuan adik-adik.
    Mitha                           : Hmm..begitu kak. Langsung aja kak dimulai gak sabar ingin tau.
    Mitha, Utari, Shinta    : Ayo kak, langsung dimulai aja.
    Novi                            : Oke oke, sabar dulu ya adik-adik kak Rika mau menyiapkan dulu alat-
      alatnya.
    Shinta                          : Cepat dong kak, sudah gak sabar.
    Utari                            : Iya kak Rika cepatan dong.
    Rika                             : Tenang-tenang! Nah ini sudah nyala laptop dan bahan presentasinya.
      (sambil menyalakan laptop dan menampilkan PPT).
    Mitha                           : wah laptopnya bagus ya.. kayak di tipi-tipi
    Erik                             : Oke, Terima kasih kak Rika. Sekarang dari pada buang-buang waktu
      kakak mulai saja kegiatannya. Di sini kak Rilo dan kak Novi akan
      menjelaskan tentang PHBS. Silakan kak Rilo terlebih dahulu    menjelaskan.
    Rilo                             : Baik, kak Erik. Adik-adik tau tidak apa itu PHBS?
    Mitha                           : apa ya? Aku tau om.
    Shinta                          : kok om sih?
    Mitha                           : upss, habis wajahnya kayak om ku sih.
    Semua siswa                : hahahahahahaha
    Rilo                               : ssst, sudah sudah. Kalau  tidak ada yang tahu saya akan menjelaskan PHBS (menjelaskan ppt)
    Rillo menjelaskan PPT tentang PHBS..........
    Novi                              : apa ada yang ditanyakan adik-adik?
    Semua siswa                 : tidak kakak
    Novi                              : baik kalau begitu, sekarang kita peragakan cara cuci tangan yang benar ya
    Semua siswa                 : iya kak
    Rika                              : kita mulai pakai nyanyian aja ya. Siap?
    Mitha                            : siap kak
    Rika                              : mau sehat dan selamat cuci tangan. Gosok-gosok punggung tangan bergantian. Mengait mengunci lalu putar ibu jari. Terakhir gosok-gosok ujung jari
    Erik                               : ayo bisa ga adik-adik?
    Utari                              : ulangi kak, masih bingung
    Novi                              : iya kita ulangi sambil adik-adik ikut menirukan ya
    Semua siswa ikut menirukan langkah-langkah cuci tangan
    Rillo                              : gimana? Mudah kan? Ayo siapa yang mau maju untuk memperagakan seperti kakak-kakak tadi
    Shinta                            :dikasih permen ga kalau berani maju?
    Rika                             : iya nanti ada hadiah buat yang berani maju
    Shinta                          : aku aku kak
    Memperagakan cuci tangan di depan kelas
    Rilo                             : pinter. Ini hadiah buat kamu adik manis
    Sinta                            : makasi kak rilo yang kayak Lee Min Hoo
    Erik                             : sama-sama. Sekarang ada pertanyaan ga?
    Utari                            : saya kak saya. Kalo pake handsanitizer boleh ga kak?
    Erik                             : Iya, boleh. Tetapi mencuci tangan lebih baik adik. Kan memakai air mengalir
    Rika                             : Sekarang kita sudah tau cara cuci tangan yang baik dan benar. Adik-adik
      tau gak kapan kita harus mencuci tangan?
    Gita                             : Sebelum makan, sesudah makan kak. Bener ga?
    Erik                             : 100 untuk kalian semua. Benar semua jawabannya. Ada lagi yang tau?
    Utari                            : Gak tau kak, kayaknya cuma itu aja.
    Novi                            : Masih ada lagi, hayo coba tebak!
    Shinta                         : Hmm, habis main kakak.
    Novi                            : Iya ada lagi?
    Mitha                           : Gak tau kak, nyerah aja deh.
    Erik                             : Kalian habis Buang Air Kecil dan Buang Air Besar cuci tangan tidak?
    Semua Siswa               : Hehehe iya kakak. (serentak)
    Erik                             : bagus. Kalau begitu, adik-adik sudah mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
    Rilo                               : Sekarang adik-adik sudah tau cara mencuci tangan yang baik dan benar. Uda 1 jam kita disini dan mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat. Sekarang kakak-kakak pamit pulang ya. Terima kasih perhatiannya
    Semua siswa                 : sama-sama kak. Kami juga terima kasi sudah diajari cuci tangan yang benar
    Semua mahasiswa       : selamat siang adik-adik. Assalamualaikum
    Semua siswa                : selamat siang. Waalaikumsalam
    Tiba-tiba Ibu Nia datang menghampiri Mahasiswa di kelas anak didiknya....
    Ibu nia                         : bagaimana mas dan mbak? Apaka sudah selesai?
    Erik                             : sudah bu.
    Ibu nia                         : apakah anak-anak di sini ada yang ribut mbak?
    Rika                             : oh tidak ada bu. Semua dapat diajak kerja sama, dan murid-muridnya juga pintar-pintar.
    Novi                            : kami akan pamit pulang bu, terima kasih atas waktunya dan kerja samanya.
    Ibu Nia                        : sama-sama mbak. Saya juga terima kasih.
    Mahasiswa                  : Assalamualaikum
    Ibu Nia                        : Walaikumssalam
















    DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar